leathermarquetry – Untuk mencetak di kertas aquarel (watercolor paper) agar hasilnya mirip lukisan cat air asli dan tidak pecah, file digital harus disiapkan dengan setting yang tepat: resolusi tinggi, mode warna cetak, dan format yang sesuai. Berikut panduan praktisnya.
1. Tentukan Ukuran & Rasio Kertas

- Gunakan ukuran kertas aquarel yang akan dipakai (misalnya A4, A3, 27×39 cm, dll.).
- Di software (Photoshop, Procreate, dll.), buat dokumen dengan ukuran fisik tersebut, bukan ukuran layar biasa.
- Contoh:
- A4 = 210 × 297 mm
- A3 = 297 × 420 mm
- 27×39 cm = 270 × 390 mm
2. Atur Resolusi (DPI) yang Tepat
- Minimal 300 DPI untuk cetak di kertas aquarel, karena kertas ini akan dilihat dari dekat dan butuh detail tinggi.
- Jika resolusi terlalu rendah (misalnya 72 DPI), hasil cetak akan pecah, blur, atau seperti gambar web.
Cara menghitung ukuran piksel:Lebar (px)=Lebar (cm)×DPI÷2.54
Contoh untuk A4 (21 × 29.7 cm) di 300 DPI:
- Lebar: 21×300÷2.54≈2480 px
- Tinggi: 29.7×300÷2.54≈3508 px
Jadi, buat dokumen: 2480 × 3508 px, 300 DPI.
3. Gunakan Mode Warna CMYK (Bukan RGB)
- Monitor pakai RGB, tapi printer cetak pakai CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black).
- Jika file tetap di RGB, warna bisa berubah saat dicetak (misalnya biru jadi keunguan, merah jadi kusam).
Yang harus dilakukan:
- Di Photoshop / Illustrator:
Image → Mode → CMYK Color- Atau saat buat dokumen baru, pilih Color Mode: CMYK.
- Di Procreate / Krita:
- Export ke Photoshop dulu, lalu convert ke CMYK, atau minta percetakan untuk handle konversi (tapi lebih aman jika sudah CMYK dari awal).
💡 Tips:
- Jangan pakai warna neon/fluorescent terlalu banyak, karena printer tidak bisa mencetak warna itu secara akurat.
- Jika ingin hasil warna sangat akurat, minta percetakan untuk cetak proof dulu.
4. Siapkan File dengan Bleed & Safe Area
- Bleed: Tambahkan area tambahan di luar batas kertas (biasanya 3–5 mm) agar tidak ada garis putih saat dipotong.
- Safe Area: Jaga teks dan elemen penting jangan sampai mepet pinggir (minimal 5–10 mm dari tepi).
Contoh setting di Photoshop / Illustrator:
- Ukuran kertas: A4 (210 × 297 mm)
- Bleed: +3 mm di setiap sisi
- Ukuran dokumen: 216 × 303 mm
- Gunakan guide untuk membedakan:
- Garis luar = batas cetak (bleed)
- Garis dalam = batas aman (safe area)
5. Format File yang Cocok untuk Cetak
Pilih format yang didukung percetakan dan menjaga kualitas:
| Format | Kapan Pakai | Catatan |
|---|---|---|
| PDF (PDF/X-1a) | Paling direkomendasikan untuk cetak | Pastikan font di-embed, gambar tidak terpotong, dan resolusi 300 DPI |
| TIFF | Untuk gambar tunggal berkualitas tinggi | Ukuran file besar, tapi tidak kompresi |
| JPG (High Quality) | Jika PDF tidak bisa | Gunakan kualitas 90–100%, jangan pakai JPG web biasa |
Yang harus dicek sebelum kirim ke percetakan:
- Resolusi 300 DPI
- Mode warna CMYK
- Ukuran sesuai kertas + bleed
- Font sudah di-convert ke outline (di Illustrator/CorelDraw)
- Gambar tidak terlalu kecil (minimal 300 DPI di ukuran cetak)
- Tidak ada transparansi yang bisa bikin kotak putih (flatten/merge layer jika perlu)
6. Tips Khusus untuk Kertas Aquarel
- Pilih kertas aquarel yang “ramah printer”:
- Gramatur 300 gsm, cold press atau hot press, merek seperti Canson Montval, Hahnemühle, atau Potentate.
- Hindari kertas terlalu kasar jika printer tidak support kertas tebal.
- Atur printer:
- Pilih jenis kertas: “Watercolor Paper”, “Fine Art Paper”, atau dengan “Heavy Paper”.
- Gunakan mode cetak berkualitas tinggi (High Quality / Photo).
- Jika pakai printer rumahan, coba cetak di kertas biasa dulu untuk uji warna dan ukuran.
- Jika ingin hasil seperti lukisan cat air:
- Di software, tambahkan layer texture kertas aquarel (dengan opacity rendah, misal 5–10%) agar hasil digital terlihat seperti di kertas asli.
- Saat cetak, jangan terlalu banyak lapisan tinta, agar kertas tidak terlalu basah dan tidak mudah bergelombang.
7. Contoh Workflow Singkat
- Buat dokumen:
- A4, 300 DPI, CMYK, ukuran 2480 × 3508 px, tambahkan bleed 3 mm.
- Desain:
- Gambar di layer atas, gunakan warna CMYK.
- Jaga teks dan elemen penting di safe area.
- Export:
- Simpan sebagai PDF/X-1a (di Photoshop:
File → Save As → PDF, pilih preset PDF/X-1a). - Atau simpan sebagai TIFF 300 DPI, CMYK.
- Simpan sebagai PDF/X-1a (di Photoshop:
- Cetak:
- Pilih kertas aquarel 300 gsm.
- Di printer, pilih jenis kertas “Watercolor” atau “Fine Art”, mode kualitas tinggi. elevagedebergerallemand
Kalau mau, bisa dibuat template siap pakai (A4/A3) dengan setting DPI, CMYK, dan guide bleed/safe area, plus contoh file PDF/TIFF yang sudah siap cetak. luck365
