model 3d

Untuk mengoptimalkan model 3D agar AR di mobile lancar, fokus pada tiga hal: geometri (polycount), tekstur/material, dan ukuran file/draw call. Targetnya model tetap enak dilihat, tapi ringan untuk CPU, GPU, dan memori perangkat.

1. Batasi polycount & bersihkan mesh

model 3d
  • Tetapkan target polycount per objek: untuk mobile AR umumnya puluhan ribu polygon per model, bukan ratusan ribu; hindari mesh CAD mentah yang sangat dense.
  • Gunakan teknik decimate / edge collapse: pertahankan silhouette dan area yang dekat kamera, sederhanakan bagian flat atau jarang terlihat.
  • Bersihkan mesh:
    • Hapus geometry tersembunyi (bagian dalam yang tidak akan terlihat).
    • Perbaiki non‑manifold, vertex dobel, face mengambang dari operasi Boolean.
    • Gabung vertex yang sangat berdekatan untuk mengurangi complexity.

2. Optimasi tekstur & material

  • Gunakan tekstur secukupnya: resolusi 1024×1024 atau 2048×2048 biasanya cukup untuk mobile; hindari banyak map 4K tanpa alasan kuat.
  • Buat texture atlas: gabungkan beberapa tekstur kecil (misalnya untuk parts berbeda) ke satu atlas besar agar draw call turun dan loading lebih cepat.
  • Kompres PBR map: pakai format kompresi yang cocok (mis. untuk GLB/GLTF/USDZ) dan hilangkan channel yang tidak dipakai.
  • Konsolidasikan material: satukan material yang mirip untuk mengurangi jumlah material unik; ini langsung mengurangi draw call per frame.

3. Kurangi draw call & jaga ukuran file

  • Gabungkan objek yang pakai material sama menjadi satu mesh ( batching) supaya engine tidak perlu banyak state change ke GPU.
  • Target draw call: idealnya <20 per frame untuk AR mobile agar animasi dan tracking tetap smooth; 20–50 masih moderat, di atas itu mulai terasa berat.
  • Ukuran file:
    • Simple part: bidik 2–3 MB, maksimal 5 MB.
    • Medium assembly: 5–7 MB, maksimal 10 MB.
    • Complex assembly: 8–10 MB, maksimal 15 MB.
  • Buang metadata yang tidak perlu (history, custom props, dummy node) sebelum ekspor.

4. Skala, pivot, dan format ekspor

  • Skala model ke unit yang cocok (mis. 1 unit = 1 meter) supaya begitu spawn di AR, skala di dunia nyata langsung masuk akal.
  • Set pivot di posisi logis (misal di lantai/titik base) agar penempatan di lantai/meja stabil dan transform mudah dikontrol.
  • Pilih format mobile‑friendly:
    • iOS: USDZ.
    • Cross‑platform/WebAR: GLB/GLTF dengan embedded textures dan kompresi geometry.

5. Pakai LOD & uji di device target

  • Implementasi Level of Detail (LOD): versi high‑poly untuk dekat, low‑poly untuk jauh; engine bisa switch otomatis berdasarkan jarak kamera.
  • Tes langsung di perangkat low–mid–high end: cek FPS, waktu loading, overheating, dan kualitas visual (tepi objek, clarity tekstur, refleksi). Jika terlihat “faceting” berlebihan atau tekstur pecah, naikkan sedikit detail sampai ketemu sweet spot. elevagedebergerallemand

Jika ingin, skenario spesifik (mis. view rumah AR, produk kecil, karakter, dsb.) bisa di-breakdown jadi checklist angka polycount + resolusi tekstur yang lebih konkret. luck365